Cabang Andalan Aceh Besar Mulus ke Final

Posted by Naufal Khalish | Tuesday, July 2, 2013 | Posted in ,

INFO KEU RAKAN | Subulussalam - Kafilah Aceh Besar berhasil mendominasi sejumlah cabang pada final MTQ Provinsi Aceh Ke-31 yang masih berlangsung hingga saat ini, (Jum’at, 28/6/2013).

Kadis Syariat Islam Kabupaten Aceh Besar, T Hasbi SH yang mendampingi Kafilah Aceh Besar di arena MTQ menyampaikan, hingga kemarin, sejumlah Qari dan Qariah Aceh Besar berhasil maju ke babak final.

Cabang yang berhasil meloloskan Aceh Besar ke final adalah cabang Fahmil putra dan putri, cabang Kaligrafi putra dan putri, dan cabang tulisan buku dan hiasan Mushaf Al-Qur’an.

Sementara hingga berita ini diturunkan, pengumuman untuk cabang lainnya yang lolos ke final masih berlangsung. “Kami berharap dukugan dan do’a dari seluruh masyarakat Aceh Besar agar Qari dan Qariah dari cabang lainnya juga bisa lolos ke final,” harap Hasbi.

Cabang yang hingga berita ini diturunkan sedang diumumkan adalah Tilawah dan Tahfiz 1, 5, 10, dan 30 Juz. “Insya Allah, kita juga punya kans besar untuk lolos ke final pada cabang-cabang tersebut,” tambah Kadis Syari’at Islam Aceh Besar itu.

Pada MTQ Provinsi Aceh ke-31, Kafilah Aceh Besar mengikutsertakan 43 Qari dan Qariah terbaik yang turun pada 7 cabang yang diperlombakan.

Predikat sebagai Juara Umum II, selama dua kali berturut-turut pada penyelenggaraan MTQ Tingkat Provinsi Aceh sebelumnya membuat posisi Aceh Besar sangat diperhitungkan pada MTQ Subulussalam ini.

Hasbi menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar juga menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah pada pelaksanaan MTQ Provinsi Aceh Ke-32 mendatang.

|AtjehLink|

7 MITOLOGI TERKENAL DALAM ISLAM

Posted by Anonymous | Wednesday, June 12, 2013 | Posted in


Agama Islam muncul pada abad ketujuh, dan setelah berkembang ke seantero jazirah Arab orang-orang yang baru masuk Islam masih mewarisi pengaruh dari Mitologi Arab pra-Islam maupun Mitologi pra-Yahudi dan Mitologi pra-Kristen dalam memahami ajaran Al-Quran maupun Hadits Nabi Muhammad. Apapun istilahnya, terminologi mitologi mungkin dirasakan kurang tepat. Karena sesuatu yang disebutkan dibawah ini, diceritakan keberadaannya oleh kitab dan hadits. Namun dalam agama Islam, ketika “mitologi” itu bersinggungan dengan masalah akidah, dia harus diyakini sebagai bentuk keimanan.

Berikut 5 “mitologi” terkenal dalam agama Islam:

1. Buraq
Buraq atau “cahaya atau kilat” adalah sesosok makhluk tunggangan ajaib, yang membawa Nabi Muhamad SAW dari Masjid al-Aqsa menuju Mi’raj ketika peristiwa Isra Mi’raj. Makhluk ini diciptakan Allah tebuat dari cahaya. Dilihat dalam kamus bahasa, maka kita akan menemukan istilah “buraq” yang diartikan sebagai “Binatang kendaraan Nabi Muhammad Saw”, dia berbentuk kuda bersayap kiri kanan. Dalam pemakaian umum, “buraq” itu berarti burung cendrawasih, yang oleh kamus diartikan dengan burung dari sorga (bird of paradise). Sebenarnya “buraq” itu adalah istilah yang dipakai dalam Al Qur’an dengan arti “kilat” termuat pada ayat 2/19, 2/20 dan 13/2 dengan istilah aslinya “Barqu”.

2. Dabbat al-Ard
Dabbat al-Ard adalah sebuah frasa yang berarti binatang buas (monster) yang muncul dari perut bumi. Dalam Islam binatang ini sebagai salah satu tanda sebelum datangnya Hari Penghakiman. Binatang melata ini akan keluar di kota Mekah dekat gunung Shafa, setelah peristiwa Matahari terbit dari Barat, ia akan berbicara dengan kata-kata yang fasih dan jelas. Dabbat al-ard ini akan membawa tongkat Musa dan cincin Sulayman. Ibnu Jurayj mengatakan bahwa Ibnu Zubair menjabarkan binatang ini dengan rinci, “Kepalanya seperti kepala kerbau, matanya seperti mata babi, telinganya seperti telinga gajah, tanduknya seperti tanduk rusa jantan, lehernya seperti leher burung unta, dadanya seperti dada singa, warna kulitnya seperti warna kulit harimau, panggulnya seperti panggul kucing, ekornya seperti ekorbiri-biri jantan dan kakinya seperti kaki unta. Di antara sepasang persendiannya sejarak 12 ukuran garis lurus.

3. Ya’juj dan Ma’juj
Ya’juj dan Ma’juj adalah sebutan kepada suatu bangsa yang muncul dalam akhir zaman, yang memiliki kekuatan sebagai perusak dan penghancur kehidupan di muka bumi. Kisah tentang kaum ini terdapat dalam ajaran agama Yahudi, Kitab Kejadian umat Kristen dan kitab suci umat Islam, Al-Qur’an. Mengenai sekelompok manusia Ya’juj dan Ma’juj dalam tradisi religius digambarkan dalam istilah yang ambigu (tidak jelas). Ada yang menyebutnya sebagai bentuk manusia, mahkluk berbentuk raksasa, suatu bangsa atau negeri. Ya’juj dan Ma’juj juga muncul dalam banyak mitos dan cerita rakyat di banyak negara. Ya’juj dan Ma’juj adalah dua bangsa yang sangat besar jumlahnya. Mereka masih keturunan Adam, sebagaimana di jelaskan dalam hadits shahih Bukhari dan Muslim. Walaupun mereka dari jenis manusia keturunan Adam, namun mereka memiliki sifat khas yang berbeda dari manusia biasa. Ciri utama mereka adalah perusak dan jumlah mereka yang sangat besar sehingga ketika mereka turun dari gunung seakan-akan air bah yang mengalir, tidak pandai berbicara dan tidak fasih, bermata kecil (sipit), berhidung kecil, lebar mukanya, merah warna kulitnya seakan-akan wajahnya seperti perisai dan sifat-sifat lain

4. Imam Mahdi
Imam Mahdi atau Muhammad al-Mahdi, “Seseorang yang memandu” adalah seorang muslim berusia muda yang akan dipilih oleh Allah untuk menghancurkan semua kezaliman dan menegakkan keadilan di muka bumi sebelum datangnya hari kiamat.
Nama Imam Mahdi sebenarnya seperti yang disebutkan dalam hadist di atas, ia bernama Muhammad (seperti nama Nabi Muhammad), nama ayahnya pun sama seperti nama ayah Nabi Muhammad SAW yaitu Abdullah. Nama Imam Mahdi sama persis dengan Rasulullah SAW yaitu Muhammad bin Abdullah. Dalam hadist yang disebutkan di atas Imam Mahdi akan memimpin selama 7 atau 8 atau 9 tahun. Semasa kepemimpinannya Imam Mahdi akan membawa kaum muslimin untuk memerangi kezaliman, hingga satu demi satu kedzaliman akan tumbang takluk dibawah kekuasaanya. Kemenangan demi kemenangan yang diraih Imam Mahdi dan pasukannya akan membuat murka raja kezaliman (Dajjal) sehingga membuat Dajjal keluar dari persembunyiannya dan berusaha membunuh Imam Mahdi serta pengikutnya.

5. Dajal
Dajal adalah seorang tokoh kafir yang jahat dalam Eskatologi Islam, ia akan muncul menjelang Kiamat. Dajjal pembawa fitnah di akhir zaman, menurut Al-hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda: “”Sejak Allah swt menciptakan Nabi Adam a.s. sampai ke hari kiamat nanti, tidak ada satu ujian pun yang lebih dahsyat daripada Dajjal” Nabi Muhammad SAW mengingatkan para pengikutnya untuk membaca dan menghafal sepuluh ayat pertama dari Surat Al-Kahfi sebagai perlindungan dari Dajjal, dan kalau bisa berlindung di kota Madinah dan Mekkah, karena Dajjal tidak akan pernah bisa masuk kota tersebut yang dijaga oleh para malaikat. Rasulullah juga mengingatkan para pengikutnya untuk berdoa, “Ya Allah! Aku berlindung dengan-Mu dari bencana Dajjal.” Dia juga menyatakan tidak ada musibah yang lebih hebat daripada bencana yang ditimbulkan Dajjal sejak penciptaan Nabi Adam hingga Hari Kebangkitan.

6. Azazil
Azazil adalah nama asli dari Iblis yang merupakan bapak dari bangsa jin,sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa nama asli Iblis adalah al-Harits. Menurut syariat Islam `Azazil adalah pemimpin kelompok syaitan dari kalangan jin dan manusia. Menurut keyakinan agama Islam bahwa sebelum diciptakannya Adam, Azâzîl pernah menjadi Imam para Malaikat (Sayyid al-Malaikat) dan Khazin al-Jannah (Bendaharawan Surga) Sebelum dilaknat oleh Allah, Azazil memiliki wajah rupawan cemerlang, mempunyai empat sayap, banyak ilmu, terbanyak dalam hal ibadah serta menjadi kebanggan para malaikat dan dia juga pemimpin para malaikat karubiyyuun dan masih banyak lagi. Setelah ia enggan untuk bersujud kepada Adam, Allah mengubahkan mukanya pada asalnya yang sangat indah cemerlangan menjadi bentuk seperti babi hutan. Allah mengubah kepalanya seperti kepala unta, dadanya seperti daging yang menonjol di atas punggung, wajah yang ada di antara dada dan kepala itu seperti wajah kera, kedua matanya terbelah pada sepanjang permukaan wajahnya. Lubang hidungnya terbuka seperti cerek tukang bekam, kedua bibirnya seperti bibir lembu, taringnya keluar seperti taring babi hutan dan janggut terdapat sebanyak tujuh helai. Azâzîl diberi umur hingga hari akhir kiamat. Dengan janji untuk menyesatkan manusia sebanyak mungkin dan menemaninya di neraka Jahannam kelak.

7. Anqa’
Anqa’ adalah seekor burung besar misterius dalam mitologi Islam. Burung itu disebutkan namanya dalam buku karya Zakariya al-Qazwini yang berjudulʿAja’ib al-Makhluqat wa-Ghara’ib al-Mawjudāt (Makhluk-makhluk Ajaib dan Hal-hal Aneh yang Ada). Burung raksasa ini pernah dikisahkan oleh al-Kisa’i, bahwa burung tersebut pernah ada pada zaman Nabi Hanzhalah dengan umatnya yang disebut Ashab ar-Rass, ia berhasil membunuh burung ini dengan cara meminta do’a kepada Tuhan untuk mematikan dan memutuskan keturunannya. Burung ini sering di identikkan dengan burung Simurgh dari Persia dan Phoenix dari Mesir kuno. Menurut manuskrip kuno berupa teks Arab kuno dari Timur Tengah, legenda burung kolosal ini dikisahkan memiliki tubuh sangatlah besar, sehingga sanggup membawa seekor gajah dengan cakarnya yang tajam. Sumber-sumber kuno ini menjelaskan bahwa burung Anqaʾ pernah dipercaya sebagai makhluk mulia yang diciptakan oleh Tuhan. Al-Kisa’i mengisahkan bahwa burung ini tinggal di sebuah gunung tinggi yang bernama Gunung Falaj. Apabila burung itu terbang, maka ia sanggup menutup matahari seperti awan. Bulunya memiliki warna yang sangat banyak, lehernya seperti leher unta, memiliki empat sayap, dua panjang serta dua lagi ukurannya lebih pendek.

Aceh Besar Target Pertahankan Runner Up di MTQ Subulussalam

Posted by Naufal Khalish | Monday, June 3, 2013 | Posted in

INFO KEU RAKAN | Aceh Besar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menargetkan untuk mempertahankan prestasi pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi yang akan dilaksanakan di Subulussalam. Sabtu (25/05/2013).

Hal tersebebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Besar, T Hasbi. “Dengan keyakinan, usaha, kerja sama serta dukungan seluruh masyarakat Aceh Besar, Insya Allah keinginan untuk mempertahankan juara akan terwujud,” ujar Hasbi.

Hasbi mengungkapkan, pada MTQ sebelumnya yang dilaksanakan di Kabupaten Aceh Tamiang, kafilah Aceh Besar berhasil meraih juara umum II.

Hasbi juga mengatakan, tahun ini Aceh Besar tidak mematok target terlalu tinggi pada MTQ kali ini. “Paling tidak kita bisa mempertahankan prestasi juara umum II tahun lalu,” harap Hasbi.

Hasbi menambahkan, untuk mendapatkan hasil maksimal pada MTQ mendatang yang dibutuhkan adalah kerja sama yang baik serta dukungan dan do’a dari seluruh masyarakat Aceh Besar. “Untuk mencapai target kita terus melakukan pembinaan terhadap para Qari dan Qari’ah.” tambah Hasbi.

Hasbi juga menerangkan, pada pelaksanaan MTQ Subulussalam yang akan berlangsung pada 23 Juni 2013 mendatang, Aceh Besar akan mengirimkan 43  Qori dan Qori’ah terbaik. “Jika ditambah dengan official dan pelatih maka keseluruhan Kafilah Aceh Besar berjumlah 70 orang,” pungkas Hasbi.

|AtjehLink|

ULAMA ACEH: Haram, Perempuan Dewasa Menari

Posted by Naufal Khalish | Sunday, May 26, 2013 | Posted in

LHOKSEUMAWE - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Utara setuju dengan imbauan Bupati Muhammad Thaib yang melarang wanita dewasa menari di tempat umum. Majelis Ulama berpendapat menari seperti itu adalah sebuah maksiat berlabel haram.

Ketua MPU Aceh Utara, Mustafa Ahmad, mengatakan imbauan Bupati Muhammad Thaib adalah sebuah terobosan sangat positif. Sebab, dalam Islam perempuan dewasa dilarang menari di depan laki-laki.

"Dalam Hadist Turmizi, ada 15 larangan bagi kaum perempuan yang dapat mengundang musibah dan malapetaka. Satu poin di antaranya disebutkan wanita dewasa dilarang menari di hadapan kaum lelaki. Wanita di sini adalah perempuan akil baliq atau sudah disukai oleh laki-laki," kata Mustafa.

Tarian yang dimaksud bukan hanya tarian Aceh Ranup Lampuan, tapi semua tarian yang diperagakan dengan menggerakkan anggota tubuh yang dilakukan perempuan dewasa.

"Tarian-tarian seperti itu haram karena sudah mengarah ke pekerjaan maksiat," kata dia. Bahkan, katanya, tari Saman sudah termasuk haram karena pergerakannya berlebihan dalam memainkan anggota tubuh.

"Kami sebagai pemberi saran bidang agama sangat mendukung Bupati bila ini diterapkan. Dan, kalau ini perlu jalan, maka Bupati harus menuangkan ke dalam satu bentuk aturan seperti qanun," ujarnya.

Pelaku Maksiat Hidupnya Tidak Tenang

Posted by Anonymous | Thursday, May 16, 2013 | Posted in


MENGAPAKAH Al-Quran banyak menyebutkan tentang kisah-kisah pelbagai kaum yang berakhir dengan kehancuran? Ia adalah supaya manusia sentiasa beringat bahawa segala bentuk kejahatan itu adalah warisan kehancuran yang mesti ditinggalkan. Jenayah homoseksual adalah peninggalan kaum Nabi Lut, kesombongan dan kezaliman adalah budaya Firaun, manakala gaya hidup bermegah-megah dan melampau telah dipelopori oleh kaum Nabi Hud. Penolakan terhadap seruan iman pula telah berlaku semenjak diutuskan Nabi Adam AS seterusnya berlanjutan hingga kerasulan Muhammad SAW.

Orang yang berasa dirinya suci kadang-kadang memandang orang lain dengan pandangan hina. Mereka sepatutnya memahami hakikat bahawa tiada seorang pun di atas muka bumi ini yang terlindung daripada kejahatan dirinya sendiri melainkan Nabi dan Rasul-Nya. Kerana aura kejahatan itu merebak di setiap sudut dan ruang dalam kehidupan sehari-hari. Hanya orang beriman saja yang boleh selamat, iaitu mereka yang memiliki sikap sentiasa berjaga-jaga dan waspada
terhadap amal perbuatannya yang mudah dicemari oleh unsur-unsur kejahatan.

Sepertimana sikap Umar bin al-Khattab RA yang amat berhati-hati dengan gangguan kejahatan pada dirinya sendiri. Beliau bertanya kepada seorang sahabat:

“Apakah yang dimaksudkan dengan takwa?” Sahabat menjawab: “Pernahkah kamu melewati satu jalan yang dipenuhi duri-duri yang tajam? Pasti kamu akan berhati-hati melaluinya supaya tidak terpijak duri-duri itu. Begitulah keadaan orang yang bertakwa, dia sentiasa beringat dan menjaga dirinya daripada kejahatan dan maksiat yang boleh membahayakan iman.”

Kebaikan dan kejahatan memberi kesan dan pengaruh pada setiap pergerakan manusia. Abdullah bin Abbas pernah berkata:

“Kebaikan memiliki cahaya pada wajah dan hati, melapangkan rezeki, menguatkan badan dan disukai setiap makhluk Allah SWT. Sedangkan kejahatan mengakibatkan kegelapan pada wajah dan hati, lemahnya badan, sempitnya rezeki dan kebencian di hati setiap makhluk.”

Kebaikan dan kejahatan ini akan hidup sepanjang hayat manusia dan terkubur bersama jasadnya ketika mati.

Begitulah hakikat diri kita dicipta hanya untuk bertarung melawan kejahatan dan bersabar melakukan kebaikan. Segala sesuatu yang kita lakukan tidak pernah terlepas dari dua kutub yang saling tarik menarik; kejahatan dan kebaikan. Kedua-duanya memberi kesan terhadap perasaan, pemikiran dan pergerakan kita setiap hari.

Apakah kesan maksiat yang dapat dirasa dalam hati dan peribadi?

Kita memerlukan kejujuran untuk menjawabnya. Benarkah kata-kata Ibnu Abbas di atas?

Kegelapan di dalam hati
Hati yang suram angkara maksiat tidak mampu menangkap cahaya kebaikan. Apabila maksiat itu telah menjadi darah daging, akibatnya tidak terdetik pun rasa takut melakukan maksiat itu. Hatinya hilang rasa, tidak sensitif dan ragu-ragu lagi melakukan maksiat. Yang paling teruk apabila dia menganggap maksiat itu adalah kebaikan. Atau menilainya sebagai perbuatan yang dimaafkan kerana rahmat Allah Taala. Buta hati! Begitulah keadaan orang yang akhirnya menganggap kejahatan sebagai suatu kebaikan sepertimana dalam firman Allah yang bermaksud:

”Katakanlah: Apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Iaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan di dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahawa mereka berbuat sebaik-baiknya.” – (Surah al-Kahfi: Ayat 103-104)

Tetapi seorang hamba Allah yang beriman amat sensitif hatinya terhadap dosa seakan-akan melihat dosa yang ringan ibarat gunung yang akan menghempapnya. Alangkah dahsyatnya kesan melakukan maksiat, tak kira yang ringan dan kecil sekalipun. Kerana dosa besar itu bermula dari melakukan yang kecil. Zina bermula dari pandangan mata dan senyuman, kemudian berkenalan yang melahirkan rindu dan mahu sentiasa bersama. Bermula menyentuh kulit tanpa sengaja akhirnya ingin memegang dan bersatu jiwa dan raga.

Begitu pula penipu kelas jerung sememangnya telah terbiasa melakukan penipuan kelas bilis, sedikit demi sedikit hingga tidak terasa bahangnya dosa dan maksiat yang telah sebati dalam jiwanya. Betapa pentingnya kita menjaga perkara-perkara yang kecil kerana ia boleh membesar secara senyap. Dosa besar bermula dari melakukan dosa kecil. Semua ini menyumbang kepada kegelapan di hati. Bagaimana mungkin rahmat Allah SWT jatuh di hati yang gelap, kotor dan busuk. Melainkan dengan ketentuan-Nya siapapun boleh diselamatkan jika Allah Taala berkehendak.

Kegelapan di wajah
Pelaku maksiat sentiasa diikuti bayang-bayang dosa dan rasa bersalah. Hatinya tidak tenang, wajahnya pula menyimpan kesusahan dan kegelisahan. Walaupun di hadapan orang ramai semua itu boleh disembunyikan tetapi dia akan sampai pada tahap tidak boleh menyembunyikan aibnya lagi. Ketika itu Allah Taala telah menyingkap hijab dirinya dan terbukalah segala cacat cela di hadapan manusia. Jika pandangan orang telah menghina dan memburukkan diri kita akibat perbuatan kita sendiri maka kita tidak akan mampu menampakkan keceriaan dan seri pada wajah. Yang tinggal hanya kesedihan, rasa bersalah dan gelisah akibat maksiat yang merendahkah maruah diri sendiri.

Sempitnya rezeki dan kebencian orang lain
Ummul Mukminin Aisyah RA pernah menuliskan surat kepada Khalifah Muawiyah RA yang berisi:

“Ketahuilah orang-orang yang telah melakukan maksiat kepada Allah, maka orang yang memujinya berbalik akan mencelanya.”

Seorang pemimpin negara seperti Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan RA sentiasa menjadi tumpuan rakyatnya. Oleh itu Aisyah RA berwasiat agar sentiasa sang khalifah menjaga hubungannya dengan Allah Taala dan jangan sekali-kali bermaksiat kepada-Nya kerana perbuatan maksiat itu akan mempengaruhi setiap keputusan sang khalifah dalam mentadbir negara. Seterusnya memberi kesan kepada rakyat, adakah mereka memuji atau membencinya?

Tiada seorangpun manusia yang suka melihat kejahatan berleluasa. Sekecil apapun kejahatan tetap kejahatan dan membawa bala kepada orang lain. Seperti seorang Muslim yang melihat Muslim lain meletakkan keretanya di tepi jalan yang mengganggu jalan kenderaan lain akan merasa benci dengan perbuatan saudaranya itu. Kejahatan bermula dari perkara yang kecil, akhirnya membawa kepada kejahatan lain. Pertengkaran dan buli di atas jalan raya boleh terjadi dan akhirnya menumpahkan darah.

Bagaimana pula orang yang dibenci itu boleh bermuamalat dengan orang lain, sedangkan peniaga yang berakhlak buruk tentulah akan dijauhi. Begitu pula dengan orang yang suka menahan rezeki saudaranya, apatah lagi mendengki, ibarat mahukan milik orang lain, yang di tangan sendiri pasti akan terlepas. Tiada keberkatan dalam rezekinya dan dia kehilangan kasih sayang daripada saudara-saudaranya seiman.

Al-Imam al-Syafie pernah mengeluh dan bersedih menanggung kesan dan akibat maksiat yang beliau rasakan dalam hatinya, beliau mengadu kepada Waki’ (salah seorang guru al-Syafie) dalam untaian syairnya:

”Aku mengadu kepada Waki’mengenai buruknya hafalanku; beliau memberi petunjuk kepadaku agar aku meninggalkan maksiat; Beliau berkata: Ketahuilah bahawa ilmu adalah cahaya; sedangkan cahaya Allah tidak mungkin diberikan kepada pelaku maksiat.”

Antara Abu Panton dan Ustaz Uje

Posted by Anonymous | Wednesday, May 15, 2013 | Posted in


Pekan ini dua tokoh agama kembali ke hadirat-Nya. Tgk Chik H. Ibrahim Bardan atau yang sering dipanggil Abu Panton, ulama besar Aceh dan Ustaz H. Jefri Al-Bukhori (Ustaz Uje). Abu Panton meninggal karena sakit tua, dan Ustaz Uje kecelakaan moge (motor gede) di Jakarta. Umat Islam pantas berduka cita atas meninggalnya dua tokoh agama tersebut, namun sayang sekali televisi Indonesia tidak memberi porsi berita yang adil.

Seorang ibu bertanya kepada saya, ”Kenapa televisi nasional tidak memberi porsi yang adil di media mereka? Kok Ustaz Uje diberitakan b
egitu berlebihan, dan Abu Panton yang benar-benar ulama dilupakan? Bukankah Abu Panton ulama besar Aceh, punya dayah besar di Panton Labu, Ketua Himpunan Ulama Dayah (Huda), sedangkan Uje hanya da’i muda, ustaz gaul, mantan pemabuk, dan tentu tidak sealim Abu Panton. Ustaz Uje baru saja ingin membangun pesatntren, sedangkan Abu Panton sudah memiliki pesantren puluhan tahun yang lalu, bahkan murid-muridnya juga telah membangun pesantren.

Saya bilang, “mungkin Abu Panton tinggal di daerah, sedang Uje tinggal di ibukota. Uje Ustaz yang dibesarkan televisi, sedangkan Abu Panton kurang muncul di televisi”. Rupanya penjelasan saya tidak memuaskan ibu penanya. Beliau justeru menuding ada maksud-maksud tertentu oleh pihak tertentu di balik itu. “Maksud tertentu itu apa? Saya balik bertanya. Ibu yang kritis dan cerdas itu menjelaskan panjang lebar sebagai berikut: Televisi Indonesia dikuasai oleh kaum sekularisme dan kalpitalisme yang phobia terhadap Islam.

Mereka membesar-besarkan yang sebenarnya kecil, dan mengecilkan yang sebenarnya besar. Mereka telah berhasil mengorbit sejumlah da’i dari anak-anak muda yang sebenarnya tidak terlalu alim, dan menenggelamkan dai-dai (ulama) besar. Mereka ciptakan istilah-istilah baru, misalnya da’i kondang, ustaz gaul, ustaz lucu, ustaz lawak, ustaz cepot dan sebagainya.

Ustaz karbitan televisi pasti hanya menyampaikan amar makruf saja, menyuruh orang shalat, zikir, hidup qanaah, sufi, dan memilih tema-tema yang sesuai dengan kehidupan ala televisi yang mencampuradukkan antara haq dan batil. Ustaz televisi tidak boleh mengharamkan perempuan mendedah aurat, sebab pemilik televisi memang hidupnya dengan menjual aurat perempuan. Mungkin dia hanya harum di dunia saja, tetapi di akhirat ulama-ulama besarlah yang lebih harum
namanya.

Ulama-ulama besar tidak mendapat tempat di televisi, sebab mereka takut sang “pewaris Nabi” akan membaca ayat-ayat dan hadis-hadis yang merugikan bisnis “haram” mereka seperti perempuan memakai pakaian minim, iklan-iklan shampoo, rokok, dan acara khusus tengah malam yang umumnya hanya mereka bicara pornografi. Busana perempuannya setengah telanjang.

Kejahatan lain yang mereka lakukan adalah memberi waktu-waktu efektif (Pukul 05 .00 sampai 24.00 WIB) untuk nyanyian, senda gurau, gelak tawa, canda ria, dan menggasak dakwah ke pojok waktu yang tidak efektif, (antara pukul 03.00 sampai 05.00 pagi WIB. Saat umat Islam bersiap-siap mau berangkat ke masjid.

Bukan hanya kematian ulama besar yang dilupakan wartawan televisi milik non-Islam, juga mereka mengecilkan berita-berita dunia Islam, syiar Islam, dan membesar-besarkan berita musik,

hiburan dan olahraga. Ketika MTQ Nasional berlangsung, hanya siaran langsung ketika pembukaan dan penutupan, tetapi bila ada acara dangdut di Ancol mereka sepakat, tujuh stasiun terkenal menyiarkan secara langsung bersama. Bukankah ini pelecehan terstruktur?

Saya pikir Ibu penanya yang tak ingin disebut nama itui benar. Pikiran-pikirannya berkualitas. Tak ada cara lain; bila umat Islam Indonesia ingin maju, kita harus memilki televisi sendiri dengan kualitas yang setara dengan televisi kaum nasionalis sekularis dan kapitalis yang sedang menghancurkan peradaban Islam, akhlak dan tauhid lewat layar kaca yang mereka miliki. Ayo bangkit umat mayoritas, jangan sampai minoritas menjadikan kita seperti buih di pantai lepas.

Ameer Hamzah, penceramah Shubuh di Masjid Raya Baiturrahman.

Ribuan Ibu-Ibu Hadiri Zikir Akbar di Subulussalam

Posted by Naufal Khalish | Tuesday, May 14, 2013 | Posted in

Subulussalam – Ribuan kaum ibu meadati Lapangan Mutiara di Penanggalan, Subulussalam untuk mengikuti Zikir Akbar yang dilaksanakan Perasatuan Wirit yasin Mar’atul Hasanah dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Penanggalan, Selasa (7/5/2013) sore.

Sebagai mubaligh dalam zikir akbar itu, dihadirkan Umi Hj Abidah Wali yang merupakan putri dari Tgk H Djamaluddin Waly Labuan Haji Aceh Selatan. Terlihat hadir juga Walikota Subulussalam Merah Sakti dan Wakil Walikota Subulussalam H Affan Alfian serta sejumlah Kepala SKPK setempat.

Merah Sakti saat menyampaikan arahannya, menilai kegiatan seperti ini perlu dilakukan, karena zikir merupakan cara untuk mendekatkan diri antara hamba dengan Allah SWT. Sakti juga menghimbau kepada kaum ibu untuk mengingatkan suami masing-masing agar menghidari hal-hal Penyakit Masyarakat (Pekatt).

“Kami menghimbau kepada kaum hawa untuk mengingatkan suami masing-masing supaya mengindari Pekat. Mari kita bersihkan bumi Syekh Hamzah Fansuri ini dari maksiat-maksiat, supaya kita terhindar dari azab Allah SWT,” ungkapnya.

Larangan Ngangkang Berlanjut

Posted by Naufal Khalish | | Posted in

Pemerintah Kota Lhokseumawe tetap akan melanjutkan pemberlakukan imbauan larangan duduk ngangkang kepada wanita di atas sepada motor di wilayah Kota Lhokseumawe. Bahkan kini Pemko telah membentuk tim razia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mematuhi larangan ngangkang tersebut.

Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, Kamis (11/4/2013) menjelaskan, setelah batas waktu pemberlakuan imbauan tahap awal berakhir, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan unsur terkait lainnya seperti ulama, tokoh adat, dan pihak lain untuk mengevaluasi imbauan tersebut.

"Kesimpulannya, untuk sementara imbauan yang sudah ada tersebut tetap berlaku di Kota Lhokseumawe sampai batas waktu belum ditentukan," tegas Suaidi.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhui imbauan tersebut, menurut wali kota, pihaknya telah membentuk tim razia.

"Tim razia itu nantinya hanya bekerja untuk menasihati saja bila ada warga yang tak mengindahkan imbauan tersebut. Untuk membentuk tim razia tersebut, saya telah perintahkan Sekda beberapa hari lalu," timpal Suaidi.

Sekdako Lhokseumawe, Dasni Yuzar, mengatakan, Rabu (10/4/2013) sore, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan sejumlah unsur terkait untuk membentuk tim razia. Tim tersebut, menurutnya, saat ini beranggotakan unsur muspika tiap kecamatan.

"Tim yang bertugas untuk memberikan nasihat saja ini akan mulai bekerja pekan depan," jelas Dasni Yuzar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Lhokseumawe menilai imbauan larangan ngangkang bagi wanita di atas sepeda motor yang dikeluarkan Pemko setempat, 7 Januari 2013 hingga kini belum berjalan efektif. Karenanya, MPU berharap Pemko segera mengevaluasi imbauan tersebut.

Menanggapi permintaan itu, wali kota beberapa hari lalu telah mengevaluasi imbauan tersebut. Hasilnya, Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya memastikan untuk sementara imbauan yang sudah ada tersebut tetap berlaku di wilayah Kota Lhokseumawe sampai batas waktu belum ditentukan.

Sementara itu Ketua DPRK Lhokseumawe, Saifuddin Yunus mengaku ikut menandatangani imbauan larangan ngangkang yang sudah berakhir selama tiga bulan. Soal sudah diperpanjang dan dibentuk tim razia, Saifuddin mengaku belum mendapat laporan sama sekali dari eksekutif.

"Seharusnya, sebelum hal itu diputuskan, unsur muspida harus melakukan pertemuan dulu, baru diambil keputusan. Tapi, pernyataan ini bukan berarti kami tidak mendukung rencana Pemko melanjutkan pelaksanaan imbauan itu. Walaupun kita sadari, hasil pantauan selama ini, sangat minim masyarakat yang patuh terhadap imbauan tersebut," kata Saifuddin. (NK)

|Tribunnews|

Penggunaan Harta Wakaf dalam Islam

Posted by Anonymous | | Posted in


Waqaf berarti menahan sesuatu benda yang kekal zatnya, untuk diambil manfaatnya untuk kebaikan dan kemajuan dan kemaslahatan Islam. Menahan suatu benda yang kekal zatnya, disedekahkan untuk diambil manfaatnya saja dengan tetap melanggengkan harta tersebut sebagai taqarrub kepada Allah SWT. Dalam bahasa hukum, wakaf adalah perbuatan hukum seseorang atau badan hukum yang memisahkan sebagian harta kekayaannya yang berupa tanah milik dan melembagakannya untuk selama-lamanya. Bagi kepentingan peribadatan atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran agama Islam.

Dari itu dapat disimpulkan, wakaf itu termasuk pemberian, yang hanya boleh diambil manfaatnya, sedangkan bendanya harus tetap utuh milik Allah. Oleh karena itu, harta yang layak untuk diwakafkan adalah harta yang tidak habis dipakai dan benda tetap, mislanya tanah, bangunan dan sejenisnya. Utamanya untuk kepentingan umum, misalnya untuk masjid, mushala, dayah, panti asuhan, jalan umum dan sebagainya.

Hukum wakaf sama dengan shadakah jariyah. Pahalamya mengalir terus menerus selama barang atau benda yang diwakafkan itu masih berguna, sesuai hadits, artinya:  "Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga (macam), yaitu sedekah jariyah (yang mengalir terus), ilmu yang dimanfaatkan, atau anak shaleh yang mendoakannya." (HR. Muslim)

Harta wakaf tidak boleh dijual, dihibahkan atau diwariskan. Ini berdasarkan hadits Nabi yang artinya: "Sesungguhnya Umar telah mendapatkan sebidang tanah di Khaibar. Umar bertanya kepada Rasulullah SAW; Wahai Rasulullah apakah perintahmu kepadaku sehubungan dengan tanah tersebut? Beliau menjawab: Jika engkau suka tahanlah tanah itu dan sedekahkan manfaatnya. Maka dengan petunjuk beliau itu, Umar menyedekahkan tanahnya dengan perjanjian tidak akan dijual tanahnya, tidak dihibahkan dan tidak pula diwariskan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Allah SWT berfirman: "Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya" (QS. Ali Imran: 92)

Untuk ibadah harta, Rasulullah SAW juga menganjurkan "wakaf". Wakaf adalah satu jenis sedekah yang harus dikelola dengan khusus. Harta yang diwakafkan beralih dari kepemilikan pribadi kepada kepemilikan umat yang dikelola untuk sebesar-besar manfaatnya bagi umat. Harta wakaf tidak dapat diwariskan ataupun diperjualbelikan. Anjuran wakaf Rasulullah SAW hadir sebagai bentuk ketaatan atas penegasan Allah bahwa kesempurnaan kebajikan akan hadir setelah mampu secara ikhlas mensedekahkan sebahagian harta  yang paling kita cintai. 

Kalau zakat adalah kewajiban dan sedekah untuk menjemput keberkahan hidup, maka wakaf adalah sebuah panggilan hati. Menafkahkan harta yang paling kita cintai adalah sebuah pilihan besar antara rasa berhak menikmati harta yang telah kita perjuangkan dengan susah payah; dengan keyakinan bahwa harta adalah titipan Allah semata dan dapat menjadi jalan ibadah menuju ridho-Nya dunia-akhirat. Belum lagi, harta tercinta tentu juga bukan harta sembarangan, pastilah harta terbaik yang kita miliki.

Adalah sebuah fitrah bahwa manusia tentu tergoda untuk mencintai harta berlebihan. Namun, menjadikan diri terhindar dari godaan untuk mencintai harta berlebihan adalah sebuah pilihan. Pilihan untuk "menghilangkan" harta dengan jalan bersedekah atau berwakaf adalah sebuah keputusan yang kadang tidak mudah. Terlebih dengan perhitungan rasionalitas, logika dan berkurangnya kenyamanan hidup.

Tetapi, kehilangan harta pada akhirnya pasti akan terjadi. Bisa karena musibah/takdir dimana Allah berkehendak mencabut harta tersebut, kebakaran misalnya. Ataupun, memang karena kematian telah datang dan membuat harta kemudian menjadi hak ahli waris.  Hanya saja, hilang karena sedekah atau wakaf tentulah hanya secara kasat mata di dunia. Setelah wafat, harta tersebut akan kembali dalam bentuk tabungan atau investasi pahala yang menjadi modal penting menghadapi hari perhitungan Allah kelak.
Karena itu, bila belum berwakaf, bisa jadi kita belum memiliki sebuah harta terbaik yang menyempur
nakan keberkahan hidup. Tanpa wakaf, bisa jadi kita juga belum memiliki sebuah harta terbaik yang bisa kita banggakan ketika datang hari dimana Allah membandingkan kebaikan dan keburukan kita. Padahal, hasil pembandingan itu akan memutuskan apakah kita akan menghuni surga Allah yang Maha Indah, atau justru neraka Allah yang sedetik pun kita tidak sanggup menanggung pedih azabnya. 

Perlu ditekankan bahwa nadzir atau pengelola harta wakaf haruslah mmeliharanya dengan baik, mengembangkannya dengan sempurna secara syariat, sehingga hasil (tsamarah) nya dapat berganda. Universitas agama terbesar dan tertua di dunia, Al-Azhar di Mesir itu pendanaannya dari hasil harta wakaf yang sudah berkembang sedeikian rupa. Super Market terbesar sekarang di Dubai adalah hasil wakaf yang telah dapat memberikan penghasilan wakaf berganda.    

Karena itu semua, mari kaum muslimin muslimat di Aceh untuk segera menyempurnakan ibadah harta kita dengan wakaf.  Mari kita mengelola harta wakaf umat ini dengan baik skali sehingga lebih berdaya guna dan berehasil guna. Mari kita memiliki harta terbaik untuk keberkahan hidup kita di dunia dan akhirat.   Mari jadikan wakaf sebagai pilihan terbaik untuk harta terbaik kita.

Prof Dr Tgk. H. Muslim Ibrahim, MA
(Khutbah Jumat, 19 April 2013 di Masjid Raya Baiturrahman)
Selamat datang di Portal Berita Online INFO ATJEH | Untuk Pemasangan iklan , pariwara atau kerja sama, silahkan hubungi di Hotline 085263462710 atau di email infokeurakan15@gmail.com | Terima Kasih